BUDIDAYA TANAMAN HIAS
1. KUPING GAJAH

Pembibitan
Cara pembibitan bunga kuping gajah adalah dengan cara pemisahan rumpun yang dilakukan menggunakan pisau tajam. Hati-hati, jangan sampai merusak bagian akar, batang, dan daunnya. Setelah itu simpan terlebih dahulu bibit pada tempat lembab dan basah sebelum ditanam.Penanaman
Jika bibit sudah siap maka selanjutnya buat media tanam berupa campuran dari tanah dan pupuk kandang/kompos (1:1). Selanjutnya tanam bibit dalam media tanam dengan hati-hati. Padatkan tanah disekitarnya supaya bibit tidak roboh. Siram agar biit segar dan dapat tumbuh baik.Perawatan
Seperti kebanyakan bunga, perawatannya juga hanya sebatas penyiraman secara berkala secukupnya. Lakukan penyiangan bila diperlukan saja. Jangan lupa berikan pupuk berupa pupuk kandang/pupuk kompos secukupnya paling tidak 1-1,5 bulan sekali.2. SUPLIR
![]() |
| Suplir fan maidenhair (Adiantum tenerum) |
Menanam tanaman hias suplir Adiantum tenerum terbilang mudah.
Tanaman ini akan tumbuh baik di tempat yang teduh. Daun-daun yang
langsung terkena paparan sinar matahari langsung dalam waktu yang lama
akan membuatnya terbakar. Media tanam juga jangan sampai mengalami
kekeringan dalam jangka waktu yang lama. kekeringan yang dialaminya akan
membuat daun-daunnya rontok.
Perbanyakan tanaman suplir dengan cara pemisahan anakan dan spora. Kelebihan dari cara pemisahan anakan yaitu bisa memperoleh tanaman dalam waktu singkat. Teknis perbanyakan juga mudah dilakukan. Anakan yang muncul di samping induknya tinggal dipotong pada bagian akar sambungnya. Anakan ini tinggal ditanam di wadah pot baru. Kurangi dedaunan yang ada untuk mengurangi penguapan.
Perbanyakan tanaman suplir dengan spora memiliki kelebihan pada hasil jumlah anakan yang banyak. Teknis perbanyakannya memang cukup panjang. Hasil anakan sangat beraneka ragam. Bisa saja dijumpai anakan-anakan yang aneh-aneh. Misal saja, anakan suplir daun keriting, daun 'variegata', daun bertumpuk. Jika kita mendapatkan anakan seperti ini, tanaman ini akan dihargai sangat mahal karena kelangkaannya.
Cara perbanyakan suplir dengan spora. Daun-daun suplir dikumpulkan dan dimasukkan ke dalam kantong plastik. Tutup rapat-rapat kantong plastik tersebut. Jemur kantong-kantong plastik supaya spora-spora terlepas dan terkumpul di dalam kantong plastik. Sementara itu, siapkan media tanam berupa moss.
Untuk persemaiannya, menggunakan wadah plastik yang bagian atasnya ditutup plastik atau kaca. Wadah persemaian harus memiliki sirkulasi yang bagus. Bisa dibuat dengan cara meninggikan tutup lembaran plastik atau kaca sehingga ada ruang untuk ventilasi udara.
Spora-spora yang telah terkumpul selanjutnya siap ditabur di atas moss. Supaya penaburan merata, campur dulu dengan serbuk moss, kemudian tabur-taburkan dengan merata di atas moss. Setelah spora ditabur, lakukan penyiraman dengan semprotan halus. Cara lain penyiraman dengan meneteskan pelan-pelan ke dalam media tanam moss. Jaga kelembaban media tanam ini.
Spora yang berkecambah akan terlihat seperti lumut. Pembuahan yang berhasil akan ditandai dengan kemunculan daun pertama. Biarkan anakan ini tumbuh sampai terlihat sesak. Setelah itu, baru dipindah ke wadah yang baru.
Perbanyakan tanaman suplir dengan cara pemisahan anakan dan spora. Kelebihan dari cara pemisahan anakan yaitu bisa memperoleh tanaman dalam waktu singkat. Teknis perbanyakan juga mudah dilakukan. Anakan yang muncul di samping induknya tinggal dipotong pada bagian akar sambungnya. Anakan ini tinggal ditanam di wadah pot baru. Kurangi dedaunan yang ada untuk mengurangi penguapan.
Perbanyakan tanaman suplir dengan spora memiliki kelebihan pada hasil jumlah anakan yang banyak. Teknis perbanyakannya memang cukup panjang. Hasil anakan sangat beraneka ragam. Bisa saja dijumpai anakan-anakan yang aneh-aneh. Misal saja, anakan suplir daun keriting, daun 'variegata', daun bertumpuk. Jika kita mendapatkan anakan seperti ini, tanaman ini akan dihargai sangat mahal karena kelangkaannya.
Cara perbanyakan suplir dengan spora. Daun-daun suplir dikumpulkan dan dimasukkan ke dalam kantong plastik. Tutup rapat-rapat kantong plastik tersebut. Jemur kantong-kantong plastik supaya spora-spora terlepas dan terkumpul di dalam kantong plastik. Sementara itu, siapkan media tanam berupa moss.
Untuk persemaiannya, menggunakan wadah plastik yang bagian atasnya ditutup plastik atau kaca. Wadah persemaian harus memiliki sirkulasi yang bagus. Bisa dibuat dengan cara meninggikan tutup lembaran plastik atau kaca sehingga ada ruang untuk ventilasi udara.
Spora-spora yang telah terkumpul selanjutnya siap ditabur di atas moss. Supaya penaburan merata, campur dulu dengan serbuk moss, kemudian tabur-taburkan dengan merata di atas moss. Setelah spora ditabur, lakukan penyiraman dengan semprotan halus. Cara lain penyiraman dengan meneteskan pelan-pelan ke dalam media tanam moss. Jaga kelembaban media tanam ini.
Spora yang berkecambah akan terlihat seperti lumut. Pembuahan yang berhasil akan ditandai dengan kemunculan daun pertama. Biarkan anakan ini tumbuh sampai terlihat sesak. Setelah itu, baru dipindah ke wadah yang baru.
3. Budidaya Aglaonema (sri rejeki)
Untuk memperbanyak tanaman sri rejeki
atau Aglaonema bisa dengan cara menanam bonggol. Dengan metode penanaman
bonggol bisa mendapatkan 2-3 bibit. Proses dengan menanam bonggol
setidaknya membutuhkan waktu 6 bulan.
Cara kedua untuk memperbanyak anakan
bisa menggunakan metode memotong pucuk. Dengan cara ini lebih cepat dan
bisa menghasilkan bibit sri rejeki lebih banyak. Berikut ini tutorial
cara melakukan pemotongan pucuk pada tanaman sri rejeki.
- Alat yang perlu disiapkan hanya pisau untuk memotong dan alat untuk mengorek tanah
- Cek kondisi akar yang akan dijadikan induk
- Potong batang sri rejeki dan sisakan 1 daun pada 1 induk tanaman
- Tanam potongan pucuk di media tanam yang sudah disiapkan
- Lakukan penyiraman yang teratur dan bibit diletakan di tempat yang teduh
- Setelah kurang lebih 1 bulan akan muncul tunas baru.
- Pada bagian yang dipotong, baik pada bonggol yang tersisa juga pada potongan pucuk, olesi antiseptic (betadine atau campuran pinang + sirih) untuk menutup luka.
Hasil anakan dari metode pemotongan
pucuk belum semua memiliki akar, oleh sebab itu jika bibit belum
memiliki akar dilakukan metode bungkus plastic baru ditanam pada pot,
untuk menjaga kelembabpan bisa dipasang sungkup dari bahan plastic
trasparan. Selang 3 minggu akar mulai tumbuh dan bisa dipindahkan.
Media Tanam Aglaonema
Untuk melakukan budidaya tanaman hias
sri rejeki agar tumbuh subur harus menggunakan media tanam yang pas
sesuai dengan pH dan porositas (Porous) yang ideal untuk tanaman hias
ini. Tanaman hias aglaonema ini paling baik ditanam di media tanam
dengan pH 7 (pH netral).
Berikut ini komposisi untuk membuat media tanam tanaman hias aglaonema (Sri Rejeki)
- Pakis, sekam bakar, Pasir malang, humus (1;1;1;1)
- Pakis, pasir malang, sekam bakar, cocopeat (2;1;1;1)
- Pakis, sekam bakar, pasir malang, cocopeat (2;1;1;1)
- Cocopeat, sekam bakar kompos organik (5;3;2)
- Pakis, pasir malang, kaliandra (3;2;1)
Pembibitan
Keladi red star dapat dibibit dari umbi yang dihasilkan dari tanaman ini. Cara membibitnya dengan mengambil umbi dari indukan, potong sebagian. Setelah itu potong-potong umbi menjadi beberapa bagian lagi. Tempatkan pada tempat yang basah dan lembab sampai tumbuh tunas. Jika tunas sudah mencapai tinggi diatas 5 cm, pindahkan ke tempat yang sudah dipersiapkan.Penanaman
Buatlah media tanamnya dari tnah dan pupuk kompos/kandang yang dicampur merata (1:1). Selanjutnya tanam bibit pada media tanam sampai semua bagian umbi tertutup sempurna. Selanjutnya siram agar tanah berada pada kondisi lembab.Perawatan
Keladi red star bisa tumbuh dalam kondisi tanah yang tidak terlalu basah. Namun peyiraman secara berkala secukupnya tetap harus dilakukan. Sealin itu juga perampalan dan peyiangan bisa dilakukan bila perlu. Terakhir jangan lupa untuk melakukan pemupukan dengan pupuk kompos/pupuk kandang setelah menginjak umur 4-5 minggu.5. SAKA ASPARAGUS PLUMOSUS
Pembibitan
Seperti kebanyakan tanaman semak, saka asparagus diperbanyak melalui vegetatif yakni pemisahan rumpun bibit. Pilih rumpun yang akan dipisah, pisahkan dengan hati-hati beserta akarnya. Agar tidak layu, simpan ditempat basah sebelum mulai ditanam.Penanaman
Pastikan media tanam yang akan dijadikan tempat bercocok tanam sudah siap. Buatlah dari campuran tanah, arang sekam, dan pupuk kandang/kompos (1:1:1) yang sudah dicampur sampai rata. Tanam bibit dalam media tanam dengan hati-hati, jangan sampai batangnya patah. Sebab tanaman ini tergolong mudah rusak jika tidak hati-hati dalam menanamnya. Berikan air untuk membuat tanam terjaga kelembabannya.Perawatan
Ada beberapa hal yang sangat penting dalam perawatan saka asparagus ini, yakni penyiraman teratur setiap pagi dan sore hari secukupnya, pemupukan secara berkala setiap 3 minggu sekali dengan pupuk cair, serta perampalan sekaligus penyiangan bila diperlukan.6. ANTHURIUM
![]() |
| Tanaman Anthurium Bunga |
Cara Menanam Tanaman Anthurium
Cara menanam tanaman Anthurium adalah sebagai berikut:1. Menyiapkan Media
Media pertumbuhan anthurium dibagi menjadi 2 macam, yaitu medium tumbuh untuk persemaian dan untuk tanaman dewasa.
Medium tumbuh anthurium terdiri dari campuran humus, pupuk kandang dan pasir kali. Humus atau tanah hutan dan pupuk kandang yang sudah jadi diayak dengan ukuran ayakan 1 cm, sedangkan pasir kali di ayak dengan ukuran ayakan 3 mm. Humus, pupuk kandang dan pasir kali yang telah di ayak, dicampur dengan perbandingan 5 : 5 : 2.
Untuk persemaian, medium tumbuh perlu disterilkan dengan cara mengukus selama satu jam.
Selain tanah, Tanaman Anthurium menyukai media lain. Media yang disukai Anthurium yaitu media yang porous berupa campuran arang sekam dan pakis cacah. Tujuannya agar akar-akar dari Anthurium ini mudah untuk tumbuh dan menyebar.
2. Pot Untuk tanaman Anthurium
Tanaman anthurium biasanya ditanam pada pot, pot yang baik untuk menanam anthurium adalah pot tanah, pot plastik atau pot straso. Pot yang paling baik adalah pot tanah karena memiliki banyak pori-pori yang dapat meresap udara dari luar pot. Apabila digunakan pot yang masih baru, pot perlu direndam dalam air selama 10 menit. Bagian bawah pot diberi pecahan genting/pot yang melengkung, kemudian di atasnya diberi pecahan batu merah setebal 1/4 tinggi pot. Medium tumbuh berupa campuran humus, pupuk kandang dan pasir kali dimasukkan dalam pot.
3. Penempatan Tanaman Anthurium
Budidaya Tanaman Anthurium biasanya baik dilakukan pada daerah dataran rendah yang membutuhkan bangunan dengan atap naungan paranet 60-70%. Untuk dataran sedang menggunakan naungan paranet 50%. Sedang untuk dataran tinggi cukup digunakan atap paranet 25%. Jika cahaya terlalu banyak, daun akan menguning dan kering, sebaliknya bila cahaya kurang daun nampak lemas dan pucat, serta daun dan tangkainya cenderung memanjang.
Angin semilir akan memberikan kondisi yang baik bagi tanaman, karena dengan adanya angin yang bertiup perlahan akan membuat hawa yang sejuk. Oleh karena itu peranan kipas angin yang dipasang di lingkungan pertanaman akan berperan ganda, yakni menyejukan udara, menjaga kelembaban udara dan menjaga suhu udara.
.jpg)
